RSS
Gallery

Mengapa Yesus berubah menjadi Kennedy & Budha menjadi Gandhi ?

29 Aug

Kali pertama saya mendengarnya sungguh sangat terkejut. ’Gila, ini jelas SARA !!!’ tuduh saya. Tetapi kekagetan itu kemudian saya kubur dalam-dalam, sejalan dengan kesimpulan baru yang saya dapatkan. Kesimpulan yang saya dapat dari memelototin kata demi katanya.

Lagu ’Mereka mencari Tuhan’ yang diciptakan oleh Bram Makahekum memang cukup unik dan karakteristik. Selain karena unsur bunyi-bunyiannya, juga pada gaya penceritaan lirik yang keluar dari mainstraim saat itu.

’Mereka mencari Tuhan’ bersumber dari ’album tunggal’ Kelompok Kampungan yang berjudul ‘Mencari Tuhan’. Terdiri dari 9 lagu, yaitu : Bung Karno, Ratna, Mereka Mencari Tuhan, Catatan Perjalanan, Hidup Ini Seperti Drama, Berkata Indonesia dari Yogyakarta, Wanita, Terlepas Dari Frustasi, dan Aku Mendengar Suara.

Walaupun hanya album tunggal tetapi album itu sendiri telah beberapa kali di daur ulang, terbukti dengan adanya 3 (tiga) versi cover yang berbeda. Versi pertama yang bergambar : Foto-Bersama anggota Kelompok Kampungan (ada yang pegang gong), sedangkan yang kedua bergambar ’Foto Bung Karno dari samping-dengan warna Merah Putih’, lalu yang ketiga cover hitam bertuliskan Kelompok Kampungan berwarna emas.Untuk versi kedua, konon  direkam disekitar tahun 90-an yang merupakan pesanan ’partai’ tertentu dengan tujuan politis.

Kelompok Kampungan merupakan ekspresi pemberontakan dari anak-anak Yogyakarta di era tahun awal 80-an. Kelompok Kampungan yang sebagian besar adalah awak Bengkel Teater Rendra dengan lantang menyerukan gugatannya melaui lirik, dan salah satunya melalui : Mereka Mencari Tuhan.

Namun demikian ketiga versi album tersebut ternyata memiliki 2 (dua) varian isi lirik, yaitu versi-1/3 dibandingkan dengan versi-2. Versi-1 dan versi-3 jelas isinya sama, berbeda gambar cover saja. Hal tersebut jelas berbeda dengan versi-2 yang jelas lebih berbeda, setidaknya pada lagu : Mereka Mencari Tuhan. Coba perhatikan lirik lagunya :

MEREKA MENCARI TUHAN

Lagu dan Syair : Bram Makahekum
Group : Kelompok Kampungan
Album : Mencari Tuhan

Kami ingat, muka-muka mereka
ketika kami duduk dan bersama

Sinar bulan menari-nari
memeluk mereka satu per satu

Kami ingat, setiap wajah mereka
ketika kami sujud dan berdoa

Ada yang seperti Sawito
Ada yang seperti Hamka
Ada yang seperti Hatta
Ada yang seperti Sukarno
Ada yang seperti Rendra
Ada yang seperti Bang Ali
Ada yang seperti Budha
Ada yang seperti Yesus

Aaaaaaaa, Aaaaaaaa..

Seperti sudah direncanakan
setiap muka tanpa ekspresi
bau pantai dan bunyi alam
merangsang semua panca indra
membuat setiap jiwa satuuu…uuu

Dia yang seperti Yesus berambut gondrong sampai ke pundak, bercelana jeans dan juga jaketnya, berdiri dan menengadah kelangit, dia bilang : “Tuhan… aku ini milikMu dan mengabdi kepada kehendakMu,Semua tindakanku aku serahkan kedalam tanganMu melewati alam dan kehidupan”

Lalu dia yang seperti Budha, menuangkan semangatnya ke dalam telinga alam semesta, dan berkata : “Alam… lepaskan aku dari kotak-kotak kebudayaan yang menjadi beban kehidupan ini. Getarkan seluruh tubuh dan jiwaku agar aku dapat berkata: ’Tuhan tidak buta !!’”

Mereka mencari Tuhan
Mereka mendekati alam
Mereka mendekati kehidupan

Mereka mulai meragukan, nilai-nilai yang sudah mapan
Mereka mulai meragukan, nilai-nilai yang sudah mapan
Mereka mulai meragukan, nilai-nilai yang sudah mapan

Aaaaaaaa, Aaaaaaaa..

Sebagaimana saya ceritakan diatas, bahwa saya terkejut ketika kali pertama mendengarnya. Lirik Kelompok Kampungan memang terasa sekali berbeda, bahkan saya sempat menganggapnya keterlaluan.

Spontan saya anggap Bram terlalu berani bermain dibatas nadir antara Seni dan Sara. Bukankah saat itu rezim Soeharto tengah berkuasa ? Tidak takutkah Bram ? Aneh. Justru proses rekaman dan peredaran kaset melenggang tanpa kesulitan, bahkan disukai penikmat.

Lalu bagian manakah, kata-kata yang saat itu saya curigai mengandung unsur SARA ? Coba perhatikan, kalimat berikut ini :

Ada yang seperti Sawito
Ada yang seperti Hamka
Ada yang seperti Hatta
Ada yang seperti Sukarno
Ada yang seperti Rendra
Ada yang seperti Bang Ali
Ada yang seperti Budha
Ada yang seperti Yesus

Bram nekat mensejajarkan Budha dan Yesus dengan para pahlawan, tokoh, dan guru Bram. Yesus dan Budha dianggap layaknya yang lain turut mendekati alam dan kehidupan, untuk mencari Tuhan. Sebuah tindakan gegabah ? Bukankah ini sama saja dengan mensejajarkannya Nabi Muhammad dengan Pak Harto, sebagaimana kasus Monitor Arswendo Atmowiloto ?

Kemudian perhatikan juga bait-bait berikut ini :

Dia yang seperti Yesus berambut gondrong sampai ke pundak, bercelana jeans dan juga jaketnya, berdiri dan menengadah kelangit, dia bilang …………………………..dst

Lalu dia yang seperti Budha, menuangkan semangatnya ke dalam telinga alam semesta, dan berkata : “Alam… lepaskan aku dari kotak-kotak kebudayaan yang menjadi beban kehidupan ini. Getarkan seluruh tubuh dan jiwaku agar aku dapat berkata: ’Tuhan tidak buta !!’”

Begitu jumawahnya Bram, menggiring pencitraan alam pikiran penikmat dengan property seperti : Rambut Gondrong, Celana Jeans, Jaket lalu dihubungkannya dengan Yesus ?

Betapa takaburnya Bram, yang berusaha menggiring pencitraan alam pikiran penikmat, bahwa : Budha ternyata telah jenuh pada kotak-kotak kebudayaan yang justru menjadi beban kehidupannya. Budha gusar untuk selalu menunggu pertolongan-NYA, maka berkatalah : ’Tuhan tidak buta !!!’

Bram memang (Kelompok) Kampungan !! Tapi menelaah lirik lagu ’Mereka Mencari Tuhan’ tidak dapat dilakukan dengan tergesa-tergesa. Harus tanpa emosi. Kata demi kata harus kita perhatikan. Maka bila tidak, kita akan kehilangan satu kata yang justru merupakan kata kuncinya.

Kegusaran saya, menjadi surut ketika saya mulai focus pada kata SEPERTI yang diulang-ulang oleh Bram. Bukankah didepan semua kata Yesus dan Budha, terdapat kalimat SEPERTI ? Secara etimologis, arti kata SEPERTI bisa diartikan dengan ’MIRIP DENGAN’ atau ’SERUPA DENGAN’. Jelaslah bahwa yang dimaksud kata : Yesus dan Budha oleh Bram, tentu saja bukan Yesus atau Budha yang sebenarnya.

’MEREKA’ hanyalah orang-orang yang SEPERTI YESUS dan BUDHA. Orang lain yang berlagak, meniru, bergaya dan menyerupai YESUS dan BUDHA. Lalu timbul pertanyaan menyerupai secara biologis atau secara ajaran ?

Mengapa kalimat : Mereka mulai meragukan, nilai-nilai yang sudah mapan diulang-ulang tiga kali justru pada akhir lagu ? Itukah amanat yang ingin disampaikan ? Tampaknya kekuatiran, akan adanya perusakan nilai-nilai yang sudah mapan dalam menghadapi kehidupan kebudayaan sudah sangat meresahkannya….

Bram Makahekum memang cerdas, pikir saya !! Sebegitu cerdas sampai sangat rapat menyembunyikan pesan yang ingin disampaikan. Bertahun-tahun saya terus meyakininya tanpa henti. Sampai suatu saat ketika bapak menunjukkan varian versi lirik kaset (cover versi 2), lalu kesimpulan saya menjadi mentah kembali….

Sebegitu gampangnya Bram menyulap lirik lagu itu !! Ujug-ujug digantinya kata YESUS dengan KENNEDY, dan kata BUDHA dengan GANDY. Bram berusaha mecari pengganti kata yang tepat, sejalan dengan perubahan proses berpikirnya. Kennedy dan Gandhy, dirasakannya lebih pantas menggantikan kata YESUS dan BUDHA. Kennedy dan Gandhy lebih pantas bermain-main dengan Sawito, Hamka, Hatta, Soekarno, Rendra dan Bang Ali.

Disisi lain sebegitu hebatkah Kennedy dan Gandhy, sampai berhak mewakili atau sejajar menggantikan YESUS dan BUDHA yang muncul di kaset pertamanya ?

Pertanyaan itu terus mendengung di telinga saya …… Bukankah itu justru mengisyaratkan bahwa : Bram TELAH MENGAKUI kalau lirik itu nyerempet ke SARA ? Sangat sensitif, harus dihindari dan dikoreksi….pikirnya

Atau mungkin saja itu hanya perwujudan proses berpikir Bram Makahekum dan Kelompok Kampungan (baru-nya) yang telah ‘jinak’. Sudah tua, dan tidak lagi meledak-ledak ? Ataukah itu hasil dari sebuah KOMPROMI idealismenya

Memang saya bodoh, gak pernah paham maksud pikiran Bram ….

=======================================

Catatan koreksi :
Versi cover 1 dan 3 adalah sama, masih Yesus dan Budha
Sedangkan yang versi 2, telah berubah menjadi Kennedy dan Gandhi.

Sumber

 
Leave a comment

Posted by on August 29, 2012 in Artikel

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: