RSS

Kilas Balik Sejarah Singkat Sirkus Barock (Episode 4)

11 Dec

54216_376344859115070_912426292_qSetelah Album pertama Sirkus Barock ‘Anak Setan’ beredar. Sirkus Barock makin asyik bergerak. Tetap melakukan pentas tahunannya di Taman Isamail Marzuki di Jakarta. Saya sendiri terus aktif di Bengkel Teater Rendra yang home basenya di Depok. Rumah kontrakaan kami di Jalan Salihara Pasar Minggu menjadi ajang pertemuan para seniman baik musik maupun Teater, sebut saja, Doel Sumbang, Farid Harja, Naniel Yakien, Iwan Fals.

Pada tahun kalau tidak salah ingat 1988-89, Sirkus Barock pentas di TIM dengan judul pementasaanya ‘ Peristiwa Manusia’ Iwan fals terlibat sebagai bintang tamu. Tanpa sepeserpun ada honornya. Mungkin Iwan tertarik dengan proses kreatifnya Sirkus Barock dimana paling tidak kita menjalankan proses latihan paling tidak 2-3 bulan dan hampir setiap hari.

Seingat saya Iwan Falas masih kuliah. Jadi sepulang kuliah di Lenteng Agung dia langsung ke Pasar Minggu latihan bersama Sirkus Barock. Saya ingat kita latihan lagu ‘Wakil Rakyat’ ( Saat itu belum direkam ). Seingat saya pula lagu pertama yang kami tulis bersama adalah ‘Tumpukan Sampah’.

Iwan Fals "Peristiwa Manusia"Beberapa pemain diantaranya Bintang Indiarto pada Bass gitar, Eko Partitur pada Biola, Innisisri , Amir Roes backing vocal. Nah, pada saat inilah kami memberi nama baru pada Iwan Fals yaitu,’Pitat Haeng’ . Diambail dari bahasa slanknya Jogya. Selama proses latihan Sirkus Barock selalu saja ada review, debat silang pendapat. Memang begitulah seharusnya proses kreatif berlangsung. Almarhum Rendra kadang datang menjenguk, begitu juga almarhum Ong Hok Ham sejarawan memberi masukan. Belum lagi sobat sobat KPJ Bulungan.

Pada malam saat selesai pementasan Peristiwa Manusia, ada seorang Amerika temannya Dudy Anggawi anak Bengkel Teater datang menghampiri sambil mengucapkan selamat dia bertanya. Dimana saya bisa membeli kaset Sirkus Barock…tanyanya? Saya jawab….Kalau lagu lagu tadi belum ada kasetnya…. Dia kecewa dan berkata…Ini gila! Musik seperti ini seharusnya didengarkan..! Lalu saya jawab dengan santai sambil guyon…’Kalau anda mau modalin saja kami rekaman he he he …Eeeh….dia spontan menjawab ..Berapa? Huh…saya tercengang dan spontan menjawab …yaaa kira kira 7 jutaan lah. Baik..besok kamu kerumah saya ( kebetulan dia tinggal di daerah pasar minggu juga ). Namanya Douglash. Saya lupa nama belakangnya. Orangnya punyan cacat badan dan agak susah berjalan.

Tentu saja berita ini saya sampaikan pada teman teman …merekapun kaget dan bersyukur. Ini moment penting bagi perjalanan Sirkus Barock. Tanpa ada ba bi bu…tiba tiba kejatuhan bintang. Besok siangnya saya ke rumahnya. Setelah ngobrol ngalor ngidul dia memberi segepok uang sambil berkata..” Jangan pernah berfikir untuk mengembalikan uang ini. Saya senang musik Sirkus Barock dan masyarakat luas harus mendengarnya. Saya menerima uang tersebut sambil merasa terharu.

Maka tanpa banyak cing cong lagi seminggu setelah hari itu Sirkus Barock langsung berproses di rumah kontrakan Jalan Salihara selama kurang lebih 2 bulanan lebih. Kami merekamnya di “Gin Studio” di Daerah Roxy. Studio legendaris dan dioperatori oleh operator legendarias juga ‘Rudra Setiabudi’ yang juga adalah salah satu pendiri Barock awal saat di Jogya tahun 1976 dahulu. Dia juga sempat kuliah di Akademi Musik Indonesia ambil instrumen Flute.

Iwan Fals suka datang saat Sirkus Barock rekaman. Malah dia menyumbang petikan gitarnya di lagu Burung Putih. Inilah proses rekaman album Sirkus Barock yan ke Dua yaitu,’Bukan Debu Jalanan’.

1989 Bukan Debu JalananSelama sejak proses mulai dari latihan sampai rekaman album ‘Bukan Debu Jalanan’ ini. Innsisri banyak sekali mengembangkan bentuk pukulan yang baru dan inovatif. Sudah mulai banyak memasukkan bentuk pukulan perkusi tradisi yang nantinya menjadi ciri khas dia dikelak kemudian hari.

Para pendukung album ‘Bukan Debu Jalanan’ adalah,Sawung Jabo,Innisisri Drum,Nanoe Bass,Anang Hariono GItar Elektrik ( kemudian digantikan Totok Tewel. Naryo Dasro,Flute,Eko Partitur Biola,Sue Piper backing Vocal. Bintang tamu Jockie Suryo pada Keyboard.

Sirkus Barock terus bergerak dari panggung ke panggung dengan membawa gaya dan bentuk yang oleh orang orang disebut agak nyeleneh dan jauh dari musik pasar. Ya ibarat’ Musik Liar Di Luar Pagar’ itulah gaya musik Sirkus Barock sampai sekarangpun begitulah adanya.

Ya… ini sejarah singkat saja,jadi pasti banyak detail detail kecil yang terlupa. Seperti nama nama para pemain dan sahabat sahabat yang membantu mulai proses awal sampai terjadinya album ini.

Episode ke Empat saya akhiri sampai disini saja dahulu. Nanti pasti saya lanjutkan kembali ke episode berikutnya. Jadi saya ada waktu untuk mengingat ingat kembali semua kejadian masa lalu Sirkus Barock dan kisahnya. Salam Bathin ,ACP.

Penulis : Sawung Jabo
Dokumentasi Foto : Asmat Edy

 
3 Comments

Posted by on December 11, 2012 in Sirkus Barock

 

3 responses to “Kilas Balik Sejarah Singkat Sirkus Barock (Episode 4)

  1. bejho

    December 11, 2012 at 4:56 am

    Keren..keren!?
    Sejarah itu penting gAm/om jabo,.
    Indonesia besar krna,da sang Legenda!?
    tanks

     
  2. asmat edy

    December 11, 2012 at 3:19 pm

    Lajut..deh

     
  3. fendi kurniawan

    December 29, 2012 at 2:40 am

    aku cinta padamu …

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: