RSS

Category Archives: 1989 – Swami I

Video

Swami – Perjalanan Waktu

sawungjabo.wordpress.com kembali berbagi video langka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. “Perjalanan Waktu” merupakan salah satu lagu yang dibawakan oleh kelompok musik SWAMI pada saat launching album pertama mereka, bertempat di Topaz Cafe di daerah Tomang pada tanggal 8 Februari 1990. Dalam launching album tersebut, SWAMI membawakan 5 lagu andalannya yaitu, “Badut”, “Potret”, “Bento”, “Perjalanan Waktu”, dan “Bongkar”.

Setelah pagi hari postingan ini kami publish di Facebook , maka kami rangkum sedikit tambahan info dari hasil obrolan kami dengan para pelaku sejarah.
Untitled-1

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on January 11, 2013 in 1989 - Swami I, Video

 
Gallery

Kelompok Pemusik SWAMI Sukses Lalu Siap Bubar

 

 

Para suami yang bermusik. Rekaman dan pentasnya mendapat sambutan hangat. Tapi mereka ambil ancang-ancang untuk bubar.

Pada dekade tahun 90an nama SWAMI memang berkibar. Inilah kelompok musik yang anggota intinya Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel Khusnulyakin, Inisisri, dan Nanoe. Mereka kebetulan adalah para suami muda, yang berkecimpung dalam bidang musik, hingga nama yang berbeban moral itulah yang mereka pilih.

Rekaman album perdana mereka, yang memuat lagu-lagu Bento, Bongkar, Badut, dan beberapa judul lagi, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat menengah bawah. Didukung oleh strategi manajerial yang profesional dan bermodal besar, diawal kelahirannya mereka disangga pengusaha Setiawan Djody dalam tempo yang singkat telah melakukan loncatan popularitas. Apalagi mereka kemudian menjadi bagian penting dari sebuah paket hiburan bernama Kantata Takwa yang digelar secara monumental di Stadion Utama, Senayan.

Ciri khas kelompok ini baik lewat rekaman maupun pentas yang kemudian secara cepat akrab dengan kalangan muda pada masa itu adalah ekspresi kelugasan, yang dicerminkan lewat syair-syair lagu dan penampilan. Mereka sering dianggap mewakili ekspresi anak muda yang spontan, heroik bahkan sedikit marah, merasa tertekan, diperlakukan tidak adil, menyukai gaya yang berbau kejelataan daripada elitisme.

Dari ekspresi semacam itulah, SWAMI berhasil menghimpun penggemar fanatik. “Kami sendiri tidak pernah menyangka bahwa akan demikian antusiasnya masyarakat menyambut lagu-lagu kami,” ujar Sawung Jabo, yang banyak menjadi inspirator kelompok ini.

Walau memperoleh sambutan yang gegap gempita dari massa, toh kelompok Swami sendiri kini tengah mengambil ancang-ancang untuk bubar. “Seperti pernah kami targetkan sejak awal terbentuk SWAMI, kami membentuknya hanya untuk waktu dua atau tiga tahun,” kata Sawung Jabo

Ada banyak alasan melatarbelakangi target yang singkat itu. Para personil SWAMI sebenarnya sudah memiliki eksistensi sendiri-sendiri dalam profesinya. Iwan Fals sebagai penyanyi solo, sebelumnya sudah banyak berkarya. Sawung Jabo juga punya group Sirkus Barock yang dalam waktu dekat melakukan rekaman, sedang Naniel yang semula anggota Konser Rakyat Leo Kristi banyak berkecimpung di bidang jurnalistik, denmikian pula anggota lainnya.

Saya sendiri terlanjur janji pada istri saya untuk kembali tinggal di Australia setelah beberapa kegiatan di Indonesia ini,” kata Sawung Jabo, yang memang beristrikan wanita asal negara kanguru itu. “Tentu bukan hanya alasan pribadi itu yang membuat kami mentargetkan SWAMI hanya untuk dua atau tiga tahun.” lanjutnya.

Target SWAMI yang disiapkan berusia singkat itu pula, yang antara lain membuat Yockie Suryoprayogo dan belakangan Totok Tewel, keduanya juga pemusik andalan, lebih memilih selalu menjadi bintang tamu mereka dalam pertunjukan dan rekaman ketimbang bergabung total sebagai anggota.

Di album keduanya kelompok SWAMI juga memberikan pernyataan secara resmi dalam cover kasetnya “Selesailah sudah sebuah proses panjang dari perjalanan “SWAMI”. Selesai pula pengabdian kami pada “SWAMI”, namun kami tidak akan pernah berhenti memasuki pintu-pintu dunia nyata maupun tak nyata lewat sesuatu yang kami yakini dan jalani. Musik adalah bahasa kami, hidup dan kehidupan adalah bunda dari seluruh pemikiran dan perenungan kami. Semoga hasil yang kami dapatkan dan berikan ini dapat berguna buat perjalanan dan pergaulan kita semua.”. (AS)

(Dokumentasi Foto Oleh DoeL)

 
Gallery

Konser SWAMI di Stadion Gelora 10 November Surabaya

Kilas balik lagi ke tanggal 5 Mei 1990 , dimana saat itu kelompok musik SWAMI menggelar tour konser mereka di Surabaya dalam rangka mempromosikan album terbaru mereka. Sebelum konser tersebut mereka menggelar konferensi pers di Fakultas Hukum UNAIR Surabaya.

Konser SWAMI mendapat sambutan antusias dari para penonton. Dibuka dengan lagu “HIO” yaitu lagu yang berarti “Iya” dalam bahasa Jawa begitulah penuturan Sawung Jabo sang pencipta lagu tersebut. Lagu “Hio sendiri pertama kali diperkenalkan Sawung Jabo di Bengkel Teater Rendra.

Pada lagu “Hio” para penonton mulai menyalakan kembang api dan diarahkan ke panggung, sehingga Iwan Fals dan Sawung Jabo coba meredakan situasi, tapi musik tetap berjalan hingga suasana kembali normal, baru mereka melanjutkan lagu itu kembali.

Lagu kedua yang dibawakan adalah “Badut” dibuka dengan lengkingan gitar dari Toto Tewel, lagu dengan tempo cepat ini dinyanyikan oleh Sawung Jabo. Selanjutnya membawakan lagu “Potret” lagu yang bercerita tentang suatu potret kehidupan dimana setiap orang selalu butuh uang dan selalu membutuhkan nasehat atau masukan tapi harus sesuai kenyataan.

Dilanjutkan dengan lagu “Nyanyian Jiwa” yang menurut Sawung Jabo aransemen lagu tersebut terinspirasi dari bunyi roda kereta api saat Sawung Jabo dan Innisisri akan ke Jakarta. Lagu “Awan Putih” menjadi pilihan selanjutnya lagu ciptaan Sawung Jabo itu ternyata adalah lagu baru yang diperdengarkan di depan publik Surabaya, sampai sekarang lagu “Awan Putih” belum dimasukan dalam album album Sawung Jabo.

Kemudian dilanjutkan “Nyanyian Ujung Gang”, “Bunga Trotoar”, “Burung Putih”, “Bongkar”, “Bento”, “Oh Ya”, “Perjalanan Waktu” dan lagu terakhir adalah lagu “Cinta” dimana pada saat lagu terakhir dinyanyikan para penonton mulai naik ke panggung untuk memeluk para personil SWAMI. (AS)

Berikut kami sertakan foto foto hasil screenshot dari dokumentasi video kami, biarkan gambar yang berbicara. 

This slideshow requires JavaScript.

 

Tags: , , , , ,

Gallery

Suasana Konferensi pers SWAMI di Surabaya

Suasana konferensi pers SWAMI di Fakultas Hukum UNAIR Surabaya pada medio awal 90-an. Sebelum kelompok SWAMI menggelar konser di Stadion Gelora 10 November Surabaya. Konferensi pers tersebut dihadiri oleh para Mahasiswa serta Wartawan dengan berbagai pertanyaan mengenai makna di balik lirik lirik lagu SWAMI. Berikut adalah screenshot foto fotonya.

This slideshow requires JavaScript.

 

Tags: , , , , , ,

Gallery

Launching SWAMI di Topaz Cafe 1990

SWAMI adalah nama sebuah grup band yang berdiri pada 1989 dan beranggotakan Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel, Nanoe, Inisisri dan disponsori oleh pengusaha Setiawan Djodi. Sebagian besar kelompok ini sebenarnya adalah anggota kelompok musik Sirkus Barock yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 70-an dan dimotori oleh Sawung Jabo, mereka adalah Naniel, Nanoe,  dan Innisisri.

Bertempat di cafe Topaz, Jakarta Barat. Kelompok musik SWAMI memperkenalkan identitasnya sebagai sebuah kelompok musik baru pada tahun 90an awal tepatnya pada tanggal 8 Februari 1990. Album SWAMI sendiri beredar pada tahun 1989 entah kenapa baru awal 90an mereka baru launching album, mungkin karena kesibukan dari masing-masing personilnya yang ikut terlibat dalam beberapa grup musik. Para personil yang tampil di cafe Topaz antara lain, Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel, Nanoe, dan Innisisri.

Lagu yang pertama kali mereka bawakan adalah lagu “Badut” dengan vocal utama Sawung Jabo, lalu lagu kedua adalah “Potret” dengan Iwan Fals sebagai vocal utamanya , Naniel pun dengan santai meniup serulingnya sementara Nanoe begitu menikmati permainan Bassnya.

Lalu Yockie Suryoprayogo ikut berpartisipasi dalam membawakan lagu “Bento” inilah pertama kalinya lagu “Bento” dinyanyikan di depan publik. Dengan keahlian Yockie dalam memainkan keyboard lagu “Bento” semakin asyik dalam berbagai improvisasi yang ia lakukan, ditambah lagi Iwan Fals ikut memainkan harmonikanya.

Dilanjutkan dengan lagu “Perjalanan Waktu”, sang maesenas Setiawan Djody pun ikut berpartisipasi dengan gitar listriknya berwarna merah. Dalam lagu “Perjalanan Waktu” ini Iwan Fals terlihat begitu menjiwai seperti orang yang sedang kesurupan akan dalamnya lagu tersebut.

Lagu terakhir yang dinyanyikan adalah lagu “Bongkar”, lagu yang dinobatkan sebagai lagu no.1 terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stone ini juga pertama kali dinyanyikan di hadapan publik.

Berikut kami persembahkan beberapa foto yang diambil dari dokumen video sawungjabo.wordpress.com. (AS)

This slideshow requires JavaScript.

 

Tags: , , , , , ,

Gallery

Cinta

Cinta
Iwan Fals/Sawung Jabo/Naniel

Orang bicara cinta
Atas nama Tuhannya
Sambil menyiksa membunuh
Berdasarkan keyakinan mereka

Air mengalir
Angin berhembus
Hening… hening…hening

Doa-doa bergema
Mata menetes darah
Satu lagi korban jatuh
Tradisi lenyap. dihisap marah

*……………………………..

Tuhan ya Tuhan
NamaMu disebutkan
Disaat hidup, waktu sengsara
Dipintu mati

Tuhan ya Tuhan
Cinta………………………..

Cinta ya cinta
Namamu diagungkan
Disaat hidup waktu sengsara
Di pintu mati

Pasar Minggu, April 89