RSS

Category Archives: Media Cetak

Gallery

Indonesian Music From The 50’s to the 80’s

PRISMA, Indikator Indonesia,
Dikeluarkan oleh Institut Sumber Daya Ekonomi dan Sosial, Pendidikan dan Informasi. (1987)
Prisma, 43, Maret 1987, Hal. 24-37
Penulis Suzan Piper dan Sawung Jabo.

*Klik gambar untuk memperbesar

 
2 Comments

Posted by on January 10, 2013 in Media Cetak

 

Seniman Jam 12

Kali ini sawungjabo.wordpress.com berbagi artikel dari MATRA edisi Juli 2005. Ada sedikit cerita dari perjalanan karir Sawung Jabo serta kenapa ia mau menjadi “Seniman Jam 12”.

koleksi dari Doel

 
Leave a comment

Posted by on January 8, 2013 in Media Cetak

 

Sejarah Lahirnya Kantata

AKHIR dekade 1980-an lahir sebuah kelompok musik bernama Kantata Takwa. Grup ini merupakan kumpulan tokoh-tokoh yang memiliki kharisma di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Fals dan Sawung Jabo, pengarang lagu dan penyanyi berbobot dengan jutaan penggemar; Setiawan Djody, pengusaha sukses sekaligus musisi ternama; WS Rendra, penyair dan dramawan yang berwibawa; Jockie Suryoprayogo, arranger dan pemain keyboard senior; Donny Fatah, pemain bas musik rock yang ulung; dan Innisisri, seorang pemain drum dan perkusi yang kreatif.

Tahun 1990, mereka mengelurkan album perdana bertitel Kantata Takwa. Dari album yang juga menghadirkan permainan gitar Eet Sjahranie dan Raidy Noor, gebukan dram Budhy Haryono serta tiupan saksofon Embong Rahardjo ini, melejit nomor Kesaksian yang sangat ekspresif

Meskipun merupakan grup musik, Kantata mempunyai kekhasan dibanding grup-grup lain. Kantata lebih tepat disebut sebagai sebuah forum komunikasi, diskusi, dan pengejawantahan kreativitas dari sensitivitas sosio-estetik para personilnya. Visi yang kuat akan kondisi sosial budaya menjadikan mereka sebagai wujud representasi baru atas perjalanan panjang serta dinamika kehidupan masyarakat kita.

Bagi Kantata musik adalah sarana untuk mengomunikasikan lirik hasil perjalanan tersebut. Oleh karena itu, Kantata tidak mengikrarkan diri sebagai wakil dari jenis musik tertentu. Hal terpenting adalah meramu musik mana yang paling pas untuk mengiringi lirik masing-masing lagu mereka. Melodi lagu-lagu mereka tidak berniat membuai orang hingga lupa akan maknanya, tetapi cenderung lugas hingga pesan yang dikandung dalam lirik menjadi transparan. Read the rest of this entry »

 

Juara Sejati (2008)

Sawung Jabo – Juara Sejati

Nyalakan api di dadamu
Kami nyanyikan lagu untukmu
Doa dan cinta menyertaimu
Menangkan pertandinganmu

Raihlah raih mataharimu
Sembahkan bunga pada pertiwi
Pantang menyerah sebelum kalah
Bangkit, bangkitlah lagi

Juara sejati berjiwa pelangi
Panji-panji menari-nari
Di langit Merah Putih

Ini bagian dari Album bertajuk ‘Juara Sejati’, sedangkan isi albumnya ada 13 lagu yang diproduksi tahun 2008 yang mixingnya dilakukan di Musica Studio. Album ini belum pernah di launching dan tidak disiapkan untuk sebuah momentum. Album ini dikeluarkan karena sedang asyik saja mikirin sepak bola saat itu, antara aku (Erwiyantoro) dan Jabo.

“Juara Sejati” Dalam Gambar dan Impian

Ini sebuah pengalaman nyata, dalam perjalanan saya membangun sepak bola, lewat cara-cara yang tidak lazim. Mungkin, juga karena kebetulan saja, sehingga saya menemukan pengalaman bathin yang tidak terhingga asyiknya. Sejak 2008, saya sering ngobrol dengan musisi legendaris, Sawung Jabo. Dalam pembicaraan intens, musisi yang cinta bola ini sering mengeluh dan sangat prihatin dengan perkembangan sepak bola di tanah Air.

Keluhannya kira-kira begini, ‘Kenapa sekarang bola Indonesia sedang musim tawuran, kenapa para suporter tidak pernah disiplin, karena tak pernah mau menerima kekalahan. Dan, semuanya berdampak merugikan klub dan ofisial sekaligus merugikan masyarakat,” demikian tutur Jabo, yang saat ini bermukim di Australia.

Saya mencoba ingin menemukan solusinya, dari kacamata seorang musisi, yang pernah menelorkan album SWAMI, dengan lagu karangan Jabo, Iwan Fals dan Naniel bertajuk ‘BENTO’. Lagu bernada sarkasme, sinisme dan memiliki karakter musik bergaya trobador ini, ternyata sangat surprise, hingga sangat termasyur hingga saat ini. Dan, apa jawab Jabo, “Saya ini hanya musisi, dan hanya bisa bermain musik, jadi kalau saya diminta apa solusinya, ya saya bisanya menyumbang lirik-lirik, agar bisa memotivasi setiap pemain dan seluruh suporter,” tegasnya.

Okey, kalau begitu silahkan buatkan saya sebuah album yang temanya serba sepak bola. Begitu kira-kira tantangan saya terhadap Sawung Jabo, yang juga pernah bergabung bersama “KANTATA TAQWA”, serta grup “DALBO”. Dalam perjalanan mengumpulkan banyak grup musik bergaya etnis itu, Jabo dalam dua bulan sudah menyelesaikan kompilasi album sepak bola. Dalam kontemplasinya, Jabo memberi saran, kalau judul albumnya adalah ‘JUARA SEJATI’.

Setelah saya mendengar lagu ‘JUARA SEJATI’, ternyata lagu itu sungguh sangat merinding, selain karena karakter musiknya yang digarap sangat rapi dan serius, juga karena liriknya sangat menyentuh jiwa. Dan, setelah saya ulang-ulang mendengar lagu ciptaan Sawung Jabo ini, maka kesimpulannya adalah karakter musiknya mirip atau bisa dijuluki ‘We Are The Champions”-nya Indonesia. Dengan musik bernada hymne – Obade, ternyata ‘JUARA SEJATI” memberikan inspirasi sebagai lagu jagoannya.

Lalu apa kata Jabo tentang ‘JUARA SEJATI” itu, “Ini bisa dijadikan motivasi bagi setiap olahragawan, dan lagu ini tidak hanya sebagai lagu kebangsaan sepak bola, tapi juga bisa untuk semua cabang olahraga apa saja. Intinya, saat mendengar lagu ini, semua atlet bisa termotivasi untuk semakin giat dan berdisiplin meraih cita-citanya, siapa tahu dari lagu ini bisa mencetak atlet berbakat,” lanjut Sawung Jabo, yang sering melahirkan banyak grup, seperti “Sawung Galing”, “Gong Dolly Gong”, ‘GengGong” , “Langit” dengan lagunya ‘Arek-Arek Indonesia”. Dan, yang terakhir 1 November 2012 lalu telorkan ‘Anak Angin’. Read the rest of this entry »