RSS

Category Archives: Artikel

Workshop adalah Jiwanya

Menjelang Live Concert Sirkus Barock

Sejak tahun 80-an, Sawung Jabo selalu menggelar workshop, jika ingin menggarap album atau konser. Napas workshop, bagi Jabo adalah segalanya. Karena, di dalam workshop selalu banyak melahirkan pergulatan bathin, yang bisa dijadikan dasar-dasar kebersamaan dalam membangun grup band, sekaligus konser.

Pengalaman workshop Jabo itu tidak ujug-ujug. Namun, karena pengalamannya yang sarat bergabung dalam berbagai lembaga yang memetingkan kebersamaan dalam membangun komunitas, termasuk dalam menggarap grup band.

Wanadri, Bangau Putih, dan Bengkel Theater adalah tiga wadah yang mempengaruhi Jabo membangun workshop sebagai landasan membangun kebersamaan. Read the rest of this entry »

Advertisements
 
 

60 Tahun Bangau Putih

Sawung Jabo dan Oppie Andaresta

Menapaki 60 Tahun, Bangau Putih Siap Bangkit Lagi. Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih siap kembali bangkit dan menjadi salah satu perguruan bela diri silat yang disegani. Baik itu di dalam maupun luar Negeri.

Bela diri yang mengedepankan teknik olah pernafasan ini harus menjadi organisasi yang bermanfaat untuk Bogor, Nasional secara umum, bahkan Internasional. Demikian kata Pembina PGB Bangau Putih Guntur Santosa.

Dalam ulang tahun kali ini, Sawung Jabo dan Oppie Andaresta ikut hadir. Selain membawakan puisi yang mengiringi gerak tari, Sawung Jabo dan Oppie membawakan tiga lagu. Antara lain, Lingkaran, Bangau Merentang Sayap dan Kuda Putih. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 10, 2013 in Artikel

 

Sejarah Lahirnya Kantata

AKHIR dekade 1980-an lahir sebuah kelompok musik bernama Kantata Takwa. Grup ini merupakan kumpulan tokoh-tokoh yang memiliki kharisma di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Fals dan Sawung Jabo, pengarang lagu dan penyanyi berbobot dengan jutaan penggemar; Setiawan Djody, pengusaha sukses sekaligus musisi ternama; WS Rendra, penyair dan dramawan yang berwibawa; Jockie Suryoprayogo, arranger dan pemain keyboard senior; Donny Fatah, pemain bas musik rock yang ulung; dan Innisisri, seorang pemain drum dan perkusi yang kreatif.

Tahun 1990, mereka mengelurkan album perdana bertitel Kantata Takwa. Dari album yang juga menghadirkan permainan gitar Eet Sjahranie dan Raidy Noor, gebukan dram Budhy Haryono serta tiupan saksofon Embong Rahardjo ini, melejit nomor Kesaksian yang sangat ekspresif

Meskipun merupakan grup musik, Kantata mempunyai kekhasan dibanding grup-grup lain. Kantata lebih tepat disebut sebagai sebuah forum komunikasi, diskusi, dan pengejawantahan kreativitas dari sensitivitas sosio-estetik para personilnya. Visi yang kuat akan kondisi sosial budaya menjadikan mereka sebagai wujud representasi baru atas perjalanan panjang serta dinamika kehidupan masyarakat kita.

Bagi Kantata musik adalah sarana untuk mengomunikasikan lirik hasil perjalanan tersebut. Oleh karena itu, Kantata tidak mengikrarkan diri sebagai wakil dari jenis musik tertentu. Hal terpenting adalah meramu musik mana yang paling pas untuk mengiringi lirik masing-masing lagu mereka. Melodi lagu-lagu mereka tidak berniat membuai orang hingga lupa akan maknanya, tetapi cenderung lugas hingga pesan yang dikandung dalam lirik menjadi transparan. Read the rest of this entry »

 

Juara Sejati (2008)

Sawung Jabo – Juara Sejati

Nyalakan api di dadamu
Kami nyanyikan lagu untukmu
Doa dan cinta menyertaimu
Menangkan pertandinganmu

Raihlah raih mataharimu
Sembahkan bunga pada pertiwi
Pantang menyerah sebelum kalah
Bangkit, bangkitlah lagi

Juara sejati berjiwa pelangi
Panji-panji menari-nari
Di langit Merah Putih

Ini bagian dari Album bertajuk ‘Juara Sejati’, sedangkan isi albumnya ada 13 lagu yang diproduksi tahun 2008 yang mixingnya dilakukan di Musica Studio. Album ini belum pernah di launching dan tidak disiapkan untuk sebuah momentum. Album ini dikeluarkan karena sedang asyik saja mikirin sepak bola saat itu, antara aku (Erwiyantoro) dan Jabo.

“Juara Sejati” Dalam Gambar dan Impian

Ini sebuah pengalaman nyata, dalam perjalanan saya membangun sepak bola, lewat cara-cara yang tidak lazim. Mungkin, juga karena kebetulan saja, sehingga saya menemukan pengalaman bathin yang tidak terhingga asyiknya. Sejak 2008, saya sering ngobrol dengan musisi legendaris, Sawung Jabo. Dalam pembicaraan intens, musisi yang cinta bola ini sering mengeluh dan sangat prihatin dengan perkembangan sepak bola di tanah Air.

Keluhannya kira-kira begini, ‘Kenapa sekarang bola Indonesia sedang musim tawuran, kenapa para suporter tidak pernah disiplin, karena tak pernah mau menerima kekalahan. Dan, semuanya berdampak merugikan klub dan ofisial sekaligus merugikan masyarakat,” demikian tutur Jabo, yang saat ini bermukim di Australia.

Saya mencoba ingin menemukan solusinya, dari kacamata seorang musisi, yang pernah menelorkan album SWAMI, dengan lagu karangan Jabo, Iwan Fals dan Naniel bertajuk ‘BENTO’. Lagu bernada sarkasme, sinisme dan memiliki karakter musik bergaya trobador ini, ternyata sangat surprise, hingga sangat termasyur hingga saat ini. Dan, apa jawab Jabo, “Saya ini hanya musisi, dan hanya bisa bermain musik, jadi kalau saya diminta apa solusinya, ya saya bisanya menyumbang lirik-lirik, agar bisa memotivasi setiap pemain dan seluruh suporter,” tegasnya.

Okey, kalau begitu silahkan buatkan saya sebuah album yang temanya serba sepak bola. Begitu kira-kira tantangan saya terhadap Sawung Jabo, yang juga pernah bergabung bersama “KANTATA TAQWA”, serta grup “DALBO”. Dalam perjalanan mengumpulkan banyak grup musik bergaya etnis itu, Jabo dalam dua bulan sudah menyelesaikan kompilasi album sepak bola. Dalam kontemplasinya, Jabo memberi saran, kalau judul albumnya adalah ‘JUARA SEJATI’.

Setelah saya mendengar lagu ‘JUARA SEJATI’, ternyata lagu itu sungguh sangat merinding, selain karena karakter musiknya yang digarap sangat rapi dan serius, juga karena liriknya sangat menyentuh jiwa. Dan, setelah saya ulang-ulang mendengar lagu ciptaan Sawung Jabo ini, maka kesimpulannya adalah karakter musiknya mirip atau bisa dijuluki ‘We Are The Champions”-nya Indonesia. Dengan musik bernada hymne – Obade, ternyata ‘JUARA SEJATI” memberikan inspirasi sebagai lagu jagoannya.

Lalu apa kata Jabo tentang ‘JUARA SEJATI” itu, “Ini bisa dijadikan motivasi bagi setiap olahragawan, dan lagu ini tidak hanya sebagai lagu kebangsaan sepak bola, tapi juga bisa untuk semua cabang olahraga apa saja. Intinya, saat mendengar lagu ini, semua atlet bisa termotivasi untuk semakin giat dan berdisiplin meraih cita-citanya, siapa tahu dari lagu ini bisa mencetak atlet berbakat,” lanjut Sawung Jabo, yang sering melahirkan banyak grup, seperti “Sawung Galing”, “Gong Dolly Gong”, ‘GengGong” , “Langit” dengan lagunya ‘Arek-Arek Indonesia”. Dan, yang terakhir 1 November 2012 lalu telorkan ‘Anak Angin’. Read the rest of this entry »

 
Gallery

Kelompok Pemusik SWAMI Sukses Lalu Siap Bubar

 

 

Para suami yang bermusik. Rekaman dan pentasnya mendapat sambutan hangat. Tapi mereka ambil ancang-ancang untuk bubar.

Pada dekade tahun 90an nama SWAMI memang berkibar. Inilah kelompok musik yang anggota intinya Iwan Fals, Sawung Jabo, Naniel Khusnulyakin, Inisisri, dan Nanoe. Mereka kebetulan adalah para suami muda, yang berkecimpung dalam bidang musik, hingga nama yang berbeban moral itulah yang mereka pilih.

Rekaman album perdana mereka, yang memuat lagu-lagu Bento, Bongkar, Badut, dan beberapa judul lagi, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat menengah bawah. Didukung oleh strategi manajerial yang profesional dan bermodal besar, diawal kelahirannya mereka disangga pengusaha Setiawan Djody dalam tempo yang singkat telah melakukan loncatan popularitas. Apalagi mereka kemudian menjadi bagian penting dari sebuah paket hiburan bernama Kantata Takwa yang digelar secara monumental di Stadion Utama, Senayan.

Ciri khas kelompok ini baik lewat rekaman maupun pentas yang kemudian secara cepat akrab dengan kalangan muda pada masa itu adalah ekspresi kelugasan, yang dicerminkan lewat syair-syair lagu dan penampilan. Mereka sering dianggap mewakili ekspresi anak muda yang spontan, heroik bahkan sedikit marah, merasa tertekan, diperlakukan tidak adil, menyukai gaya yang berbau kejelataan daripada elitisme.

Dari ekspresi semacam itulah, SWAMI berhasil menghimpun penggemar fanatik. “Kami sendiri tidak pernah menyangka bahwa akan demikian antusiasnya masyarakat menyambut lagu-lagu kami,” ujar Sawung Jabo, yang banyak menjadi inspirator kelompok ini.

Walau memperoleh sambutan yang gegap gempita dari massa, toh kelompok Swami sendiri kini tengah mengambil ancang-ancang untuk bubar. “Seperti pernah kami targetkan sejak awal terbentuk SWAMI, kami membentuknya hanya untuk waktu dua atau tiga tahun,” kata Sawung Jabo

Ada banyak alasan melatarbelakangi target yang singkat itu. Para personil SWAMI sebenarnya sudah memiliki eksistensi sendiri-sendiri dalam profesinya. Iwan Fals sebagai penyanyi solo, sebelumnya sudah banyak berkarya. Sawung Jabo juga punya group Sirkus Barock yang dalam waktu dekat melakukan rekaman, sedang Naniel yang semula anggota Konser Rakyat Leo Kristi banyak berkecimpung di bidang jurnalistik, denmikian pula anggota lainnya.

Saya sendiri terlanjur janji pada istri saya untuk kembali tinggal di Australia setelah beberapa kegiatan di Indonesia ini,” kata Sawung Jabo, yang memang beristrikan wanita asal negara kanguru itu. “Tentu bukan hanya alasan pribadi itu yang membuat kami mentargetkan SWAMI hanya untuk dua atau tiga tahun.” lanjutnya.

Target SWAMI yang disiapkan berusia singkat itu pula, yang antara lain membuat Yockie Suryoprayogo dan belakangan Totok Tewel, keduanya juga pemusik andalan, lebih memilih selalu menjadi bintang tamu mereka dalam pertunjukan dan rekaman ketimbang bergabung total sebagai anggota.

Di album keduanya kelompok SWAMI juga memberikan pernyataan secara resmi dalam cover kasetnya “Selesailah sudah sebuah proses panjang dari perjalanan “SWAMI”. Selesai pula pengabdian kami pada “SWAMI”, namun kami tidak akan pernah berhenti memasuki pintu-pintu dunia nyata maupun tak nyata lewat sesuatu yang kami yakini dan jalani. Musik adalah bahasa kami, hidup dan kehidupan adalah bunda dari seluruh pemikiran dan perenungan kami. Semoga hasil yang kami dapatkan dan berikan ini dapat berguna buat perjalanan dan pergaulan kita semua.”. (AS)

(Dokumentasi Foto Oleh DoeL)

 
Gallery

Konser SWAMI di Stadion Gelora 10 November Surabaya

Kilas balik lagi ke tanggal 5 Mei 1990 , dimana saat itu kelompok musik SWAMI menggelar tour konser mereka di Surabaya dalam rangka mempromosikan album terbaru mereka. Sebelum konser tersebut mereka menggelar konferensi pers di Fakultas Hukum UNAIR Surabaya.

Konser SWAMI mendapat sambutan antusias dari para penonton. Dibuka dengan lagu “HIO” yaitu lagu yang berarti “Iya” dalam bahasa Jawa begitulah penuturan Sawung Jabo sang pencipta lagu tersebut. Lagu “Hio sendiri pertama kali diperkenalkan Sawung Jabo di Bengkel Teater Rendra.

Pada lagu “Hio” para penonton mulai menyalakan kembang api dan diarahkan ke panggung, sehingga Iwan Fals dan Sawung Jabo coba meredakan situasi, tapi musik tetap berjalan hingga suasana kembali normal, baru mereka melanjutkan lagu itu kembali.

Lagu kedua yang dibawakan adalah “Badut” dibuka dengan lengkingan gitar dari Toto Tewel, lagu dengan tempo cepat ini dinyanyikan oleh Sawung Jabo. Selanjutnya membawakan lagu “Potret” lagu yang bercerita tentang suatu potret kehidupan dimana setiap orang selalu butuh uang dan selalu membutuhkan nasehat atau masukan tapi harus sesuai kenyataan.

Dilanjutkan dengan lagu “Nyanyian Jiwa” yang menurut Sawung Jabo aransemen lagu tersebut terinspirasi dari bunyi roda kereta api saat Sawung Jabo dan Innisisri akan ke Jakarta. Lagu “Awan Putih” menjadi pilihan selanjutnya lagu ciptaan Sawung Jabo itu ternyata adalah lagu baru yang diperdengarkan di depan publik Surabaya, sampai sekarang lagu “Awan Putih” belum dimasukan dalam album album Sawung Jabo.

Kemudian dilanjutkan “Nyanyian Ujung Gang”, “Bunga Trotoar”, “Burung Putih”, “Bongkar”, “Bento”, “Oh Ya”, “Perjalanan Waktu” dan lagu terakhir adalah lagu “Cinta” dimana pada saat lagu terakhir dinyanyikan para penonton mulai naik ke panggung untuk memeluk para personil SWAMI. (AS)

Berikut kami sertakan foto foto hasil screenshot dari dokumentasi video kami, biarkan gambar yang berbicara. 

This slideshow requires JavaScript.

 

Tags: , , , , ,